Sejarah Desa Selorejo

Desa Selorejo berdiri sejak zaman kolonial Belanda, sekitar awal abad ke-20. Nama Selorejo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “selo” yang berarti batu, dan “rejo” yang berarti ramai atau makmur. Nama ini mencerminkan keadaan alam desa yang dipenuhi bebatuan alam di sekitar sungai, sekaligus harapan agar desa selalu ramai penduduk dan sejahtera. Menurut cerita para sesepuh, penduduk pertama Desa Selorejo adalah sekelompok petani dan penggembala yang berasal dari daerah pegunungan sekitarnya. Mereka memilih menetap di wilayah ini karena tanahnya subur, terdapat sumber air dari sungai kecil yang jernih, serta hutan yang menyediakan kayu dan hasil alam. Lambat laun, perkampungan kecil itu berkembang menjadi sebuah desa dengan sistem sosial sederhana yang dipimpin oleh seorang bekel (kepala desa pada masa itu).

Desa Selorejo pada awalnya merupakan gabungan dari tiga desa, yaitu desa Selo, desa Ngrombot, dan desa Prayungan, yang pada akhirnya bergabung menjadi satu menjadi desa Selorejo. Kini desa Selorejo terbagi menjadi 5 dusun, yaitu dusun Selo Kidul, dusun Selo Lor, dusun Selo Kulon, dusun Ngrombot, dan dusun Prayungan. Berdasarkan keterangan dari beberapa tokoh masyarakat desa pada awalnya dipimpin seorang Ki Ageng atau Lurah sekarang Kepala Desa. Dari ketiga desa tersebut diatas sebutan Kepala Desa atau Ki Ageng yang melegenda dimasyarakat sampai sekarang yaitu Kepala Desa Selo: Ki Ageng Selo Condro Yudho, Kepala Desa Ngrombot: Ki Ageng Ngrombot Karto Redjo dan Kepala Desa Prayungan: Ki Ageng Mangun Karto. Dari ketiga tokoh tersebut berdasarkan cerita masyarakat berasal dari Grobogan Jawa Tengah. Sebutan Desa Selo, ada keterkaitannya dengan adanya peninggalan berupa batu yang dipergunakan sebagai alat merendam, membersihkan atau marang pusaka yang biasa disebut Selo Kopo sampai sekarang keberadaannya masih ada dan masih dikeramatkan warga.

Pada masa penjajahan Belanda, Desa Selorejo menjadi salah satu daerah penyuplai hasil bumi seperti padi, jagung, dan ketela. Beberapa warga juga terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dengan menjadi kurir atau penyedia logistik bagi para pejuang. Cerita perjuangan ini masih dikenang melalui kisah-kisah lisan yang dituturkan turun-temurun. Setelah Indonesia merdeka, Desa Selorejo mengalami perkembangan pesat. Pemerintah mulai membangun jalan penghubung antar-desa, sekolah dasar, serta pasar kecil yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pertanian tetap menjadi mata pencaharian utama, namun seiring waktu, masyarakat juga mulai menekuni bidang lain seperti perdagangan, kerajinan, dan jasa. Kini, Desa Selorejo telah berubah menjadi desa yang modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi. Gotong royong, kenduri desa, dan upacara adat masih dilestarikan, bersanding dengan teknologi dan pembangunan infrastruktur baru. Desa ini menjadi bukti perjalanan panjang masyarakat dari masa lalu yang sederhana menuju kehidupan yang lebih maju tanpa melupakan akar budaya.

Foto Sejarah Desa

Visi

Menjadikan Desa Selorejo yang Mandiri, Sejahtera, Bermartabat, Berkualitas, dan Transparan guna mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, berdaya saing, serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Misi

  1. Mengoptimalkan potensi pertanian dan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif berbasis layanan administrasi yang efektif.
  4. Mengembangkan infrastruktur desa secara merata dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
  5. Menciptakan lingkungan desa yang sehat, aman, dan harmonis melalui peningkatan layanan kesehatan, kebersihan, dan kerukunan sosial.

Potensi Desa

Potensi Pertanian dan Agraris

Potensi Pertanian dan Agraris

Monday, December 8, 2025

Desa Selorejo memiliki potensi unggulan yang kuat di sektor pertanian, terutama komoditas bawang merah yang menjadi salah satu tanaman unggulan Kecama...

Baca Selengkapnya
Potensi Lokasi Strategis dan Akses Transportasi

Potensi Lokasi Strategis dan Akses Transportasi

Monday, December 8, 2025

Secara geografis, Desa Selorejo berada pada jalur strategis yang menghubungkan Surabaya dan Madiun, bagian dari jalur utama Jawa Timur menuju Jawa Ten...

Baca Selengkapnya
Potensi Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Pertanian

Potensi Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Pertanian

Monday, December 8, 2025

Terdapat SMKN 2 Bagor (dulu SPP-SPMA Nganjuk), yang merupakan pusat pendidikan pertanian di Kabupaten Nganjuk, memperkuat potensi sumber daya manusia ...

Baca Selengkapnya
Potensi Pengembangan Agroindustri dan UMKM

Potensi Pengembangan Agroindustri dan UMKM

Monday, December 8, 2025

Dengan ketersediaan bahan baku pertanian yang melimpah, Desa Selorejo memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor agroindustri dan UMKM. Pengola...

Baca Selengkapnya
Potensi Pengembangan Wisata Pertanian dan Edukasi Desa

Potensi Pengembangan Wisata Pertanian dan Edukasi Desa

Monday, December 8, 2025

Selain sektor pertanian, Desa Selorejo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis agro dan edukasi. Keberadaan lahan pertanian y...

Baca Selengkapnya

Lihat Semua Potensi

Batas Desa:

Utara

Desa Gemenggeng, Desa Kendalrejo

Timur

Desa Kerep Kidul

Selatan

Desa Ngumpul

Barat

Desa Karang Tengah

Luas Desa:

289,55 Ha


Jumlah Penduduk:

5785 Jiwa